Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek

Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek – Lendir Nikmat.

Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek
Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek

Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek – Lendir Nikmat.

Cerita Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek bermula awalnya waktu ada pegawai baru yang mendaftar sebagai karyawan, namanya Diana dia sangat supel dan ceria dia memiliki kesabaran yang sangat tapi matanya yang agak nakal.

“Biarin” pikir aku, selama dia mampu menjualkan alat-alat medis perusahaan, dia tetap layak dipertahankan sebagai karyawan marketing yang digaji dengan baik.

Meskipun kadang melihat Diana pengin banget ngerasain badannya. namun aku tak mau terlibat cinta dengan karyawati aku, apalagi ngentot, meskipun aku sendiri belum menikah, wibawa aku sebagai boss bisa luntur jadi bubur.

Alkisah aku memesan alat USG dua minggu yang lalu, dan kini tibalah barang pesanan senilai 450 juta tersebut dihadapan aku. USG (Ultra Sonografi) 3 dimensi berwarna. Diana tentu saja ikut terlibat dalam transaksi ini.

Siang itu setelah Diana menakjubkan itu ada di depan aku. yang satu Diana yang lain CKD-USG yang sangat istimewa itu.

Kenapa istimewa, karena kalau untuk USG bayi dalam kandungan, wajah bayi pun bisa nampak seperti foto, juga untuk USG alat-alat dalam yang lain, baik itu ginjal, jantung, pembuluh darah yang besar, maupun ovarium dari seorang perempuan.

Sempat aku telpon kepada Rumah Sakit pemesan bahwa barang pesanan mereka sudah datang, karena Direktur Medis sudah pulang. Aku telpon ke rumah beliau, dan beliau perintahkan untuk melakukan pengiriman barang jam 8 pagi besok di Rumah Sakit tempat beliau bekerja. Sambil dia pesan, agar barang yang diterima harus sudah siap dipakai dan dioperasikan.

Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek – Lendir Nikmat.

“Mati !’ pikir aku, karena itu artinya hari ini juga aku harus merakitnya, karena alat medis elektronik yang mahal seperti ini, semua komponen dalam bentuk lepas (CKD = Completely Knock Down).

Akhirnya setelah menerima “perintah” dari pembeli, aku panggil bagian service yang Insinyur Elektro untuk mulai merangkai USG ini. Mulai sore tersebut, akhirnya dengan berdebar-debar, selesailah semua jam 12 malam.

Diana tentu saja tak boleh pulang hingga malam tersebut, karena sebagai bagian Marketing diapun akan mendapat share keuntungan 5 % dari nilai transaksi ini. Selain melayani kita dengan membuatkan kopi.

Pak Sabastian, 10 tahun lebih tua dari aku yang merakit alat ini sudah nampak kelelahan dan ikut tegang sewaktu aku mulai menancapkan kabel listrik. “ON”…hiduplah alat mahal ini, kita bertiga termangu-mangu didepan alat ini, selain ini untuk pertama kalinya juga perusahaan kita mendapat pesanan alat ini, juga pertama kali Pak Sebastian merakit.

Tinggal kita bertiga di ruang elektrik perusahaan, semua karyawan tentu sudah pulang dan terlelap dirumah masing-masing.

Kita bertiga takjub memandangi alat yang sudah hidup tersebut, nampaknya tak ada trouble sedikitpun, “Ayo kita coba, kita hanya punya waktu 7 jam sebelum menyerahkan barang ini” suara aku memecah keheningan

Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek – Lendir Nikmat.

“Aku, Pak !” Pak Sebastian langsung menyahut, selain dia sudah hapal alat-alat medis kedokteran, dia juga tahu kecanggihan alat ini dan pemeriksaan yang berharga 500.000 untuk setiap kali total USG seluruh badan.

dengan bersemangat Pak Sebastian melepas bajunya dan tidur dimeja kerja bagian elektronik yang sebenarnya meja ping-pong.. Mulailah aku jadi ahli USG dadakan, berbekal buku manual dan seingat-ingatnya pelajaran Anatomi, aku mulai memeriksanya dengan memberinya lubricant / pelicin agar prop USG yang besar ini bisa digeser dengan mudah di badan pak Sebastian.

Dari Jantung, Lambung, Kantong Empedu, Pembuluh Darah dan Ginjal.Luar Biasa!, dari layar nampak persis seperti mata aku ada didalam badan Pak Sebastian. Aku dan Diana tertawa sewaktu nampak adanya batu kecil di Ginjal sebelah kiri Pak Sebastian, Pak Sebastian langsung meringis kawatir.

“Tenang saja Pak, masih kecil sekali, pakai obat pun aku harapkan bisa hilang”.

“Aku gantian, Pak” Diana ikut-ikutan muncul suaranya setelah takjub melihat percobaan aku pada pak Sebastian.

Aku mendadak bengong, selain ruang yang penuh dengan alat elektronik dan hanya ada meja pingpong ini, hanya ada Aku, Diana dan Pak Sebastian.

Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek – Lendir Nikmat.

Aku memandang Pak Sebastian, nampaknya dia mengerti kejengahan aku,

“Iya, pak dicoba saja pada Diana, sekalian untuk dicoba untuk melihat telur dan rahim”,

“Tapi.”kata aku.

“Sudahlah pak, dicoba daripada nanti kita diklaim nanti aku yang repot” dia menyahut.

“Cobalah Pak, tak usah sungkan, biar aku pamit pulang dulu” Pak Sebastian matanya nampak serius, tapi nampak diujung bibirnya senyum kecil, pengertian sekaligus menantang aku untuk “memeriksa” Diana.

“Pamit Pak !, aku pulang dulu”

Langsung dia ngeloyor pergi, mungkin kelelahan, mungkin tak ingin mengganggu “acara” aku dengan Diana.

Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek – Lendir Nikmat.

Setelah Pak Sebastian tak lagi di ruang, tinggal aku bersama Diana,

“Jadi, Pak ?” suara Diana kembali muncul, aku hanya bisa mengangguk-angguk

‘Ya, silahkan”.

Tanpa ragu sedikitpun Diana melepas kancing bajunya dan membaringkan diri di meja pingpong, nampak BH Krem dan sebagian buah dada yang menyembul, kulit yang putih dan sangat bersih.

Aduh…”kontolku” mendadak bangkit ditengah malam!.

Mulailah aku memberikan pelicin di perutnya yang putih dan kencang, “Hi-hi-hi, dingin, pak”. sewaktu pelicin menetes diperutnya. Aku periksa lambung dan ginjalnya, normal semuanya. Aku tak berani memeriksanya lebih lanjut.

“Pak, sekalian yang lain, mumpung gratis”.

Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek – Lendir Nikmat.

Aku mulai menggerakkan prop USG ke bagian badan atasnya, karena BHnya masih ditempat tentu saja aku tak bisa mengarahkan prop tepat ke Jantungnya.

“Diana, eh.eh.”.

”Oh, ini Pak” Sambil memegang BHnya ” Sebentar, Pak” dengan gaya akrobat seorang perempuan, BH Diana sudah terlepas.

Nampak buah dada yang sangat indah di depan aku, puting yang kencang dan bagus, buah dadanya meskipun tak besar akan namun kencang, nampak kenyal dan sangat proporsional kiri dan kanan. Aku mulai mengarahkan prop USG ke arah Jantungnya dengan menggesernya dari daerah perut.

Nampaknya Diana menikmati geseran prop USG tersebut, kedua putingnya nampak mengeras menjulang. Lebih gila lagi malahan sekarang dia menutup kedua matanya, sambil berdesis pelan. Aku arahkan prop USG tepat di jantungnya, dengan pembesaran 200 X, aku mulai “membaca” ruang-ruang jantungnya.

Karena aku mencoba menelusuri bagian kiri dan kanan jantung, tentu saja aku harus berulang-ulang menggeser prop USG, sambil mengatakan padanya apa yang aku baca dari layar monitor. Tak pernah sekejap pun Diana membuka kedua matanya, sambil terus berdesis-desis pelan.

“kontolku” sudah tak tahan lagi melihat keadaan seperti ini. Waktu tangan kanan aku memegang dan menggeser prop USG, entah dari mana mendadak refleks tangan kiri meremas buah dada kanan Diana.

Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek – Lendir Nikmat.

Aku remas-remas dan memain-mainkan pelan buah dadanya. Desis Diana makin jelas kentara,

“Terus.Pak”…”Terus Pak” Diana berbisik

”Mana tahan” pikir aku.

Sudah tak ingat lagi antara boss dan karyawatinya. Aku letakkan prop USG tersebut, sekarang yang memeriksa jantungnya adalah tangan kanan aku di buah dada kirinya. Aku isap-isap dan gigit-gigit pelan buah dadanya.

“Enak Pak.terus.terus” sambil tetap terus menutup mata.

Aku jilat-jilat dan ciumi perutnya, tangan kanan aku sekarang sudah berpindah ke arah selangkangannya yang masih terbalut rapi dengan rok. Aku elus-elus dengan halus selangkangannya, terasa lembab.

“Eh.eh..eh.enak pak”

Aku masukkan tangan aku kedalam roknya, teraba CD-nya, basah nian, kakinya pun tak lagi sejajar seperti tadi, sekarang kakinya mementang lebar-lebar memberi kesempatan tangan aku untuk mengeksplorasi selangkangannya lebih lanjut.

Aku tarik tepi CDnya, teraba vulvanya yang sudah basah, aku gosok pelan-pelan bibir dalam memeknya. Lendir memeknya mempermudah aku untuk menggosok-gosok jari tengah aku ke memeknya, juga kelentitnya.

Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek – Lendir Nikmat.

“Ekh..ekh..ekh”..makin keras suara Diana.

“Sebentar yaa”..mendadak aku bangkit, aku segera matikan USG dan lampu ruang elektronik yang terang benderang itu dengan segera. Aku lepas segera semua baju yang aku kenakan juga CD aku. Aku sudah tak sabar lagi.

Diana pun juga tak mau kalah, tanpa diperintahkan, langsung dia lepas semua baju, rok, dan CDnya.

Dari remang-remang penerangan dari ruang sebelah sekarang nampaklah Diana yang telanjang bulat dan menakjubkan. Bukit keperempuanannya dipayungi oleh rambut yang lebat

“Pantas, alisnya pun lebat” pikir aku. Kini aku langsung mengarahkan mulut aku ke memeknya, karena lebatnya jembut memeknya, aku terpaksa menggunakan kedua tangan aku untuk menyibak “hutan”nya. Gantian sekarang malah Diana yang mengelus-ngelus dan memilin-milin buah dadanya sendiri.

Memeknya berbau khas yang agak keras dan berasa asin, seperti keju belanda. Maklumlah, kita berdua tak sempat mandi sejak pagi hari tadi. Tapi sudahlah mulut aku sudah dalam posisi itu. Aku jilat-jilat kelentitnya dan naik turun di bibir dalam memeknya naik-turun.

“Pak, masukin.pak” Diana memohon. Tanpa perintah kedua, aku berdiri. Aku tarik badan Diana ketepi meja pingpong, segera aku masukkan “kontol” aku ke memeknya.

Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek – Lendir Nikmat.

“Bless…” tanpa kesulitan aku masukkan “kontolku”, karena lendir di kemaluan Diana sudah membanjir, selain posisi aku yang berdiri mempermudah hal itu. Aku pegang pinggulnya, aku tarik dan dorong badan Diana, sesuai dengan arah laju pinggul aku yang maju mundur.

“Ekh..ekh..ekh”. terus menerus suara Diana terdengar keenakan. Setelah 10 menit mendadak tangan Diana memegang sangat keras kedua tangan aku yang sedang memegang pinggulnya ‘Maaasssss..” Diana menjerit tertahan… pada waktu yang bersamaan, memek Diana berdenyut-denyut keras

“kontolku” yang didalamnya seperti diremas-remas dengan lembut oleh memeknya. Diana klimaks hebat, pantatnya tak lagi terletak dimeja pingpong tapi terangkat keras keatas. Rupanya dia sedang menikmati semaksimalnya klimaks dan keheningan sewaktu yang timbul pada dirinya.

Setelah dia agak tenang, aku baru kembali memompanya, terasa agak kering sekarang memeknya, habis lendirnya

“Sakit, mas..sakit, mas” dia mengeluh.

“Tanggung” pikir aku. Segera aku ambil pelicin USG yang tergeletak dekat kita, aku olesi kepala “kontolku” aku dan juga kemaluan Diana, segera aku masukkan kembali “kontolku” kedalam memeknya, sekarang kembali licin seperti semula.

“Terus. mas, enak”…aku tetap dalam posisi semula, sekarang dengan bekal sedikit pelicin di ibu jari aku, aku bantu Diana dengan menggosok-gosok kelentitnya. Kali ini, sungguh sulit aku klimaks, konsentrasi aku buyar total, setelah Diana memanggil aku dengan sebutan “Mas”, aduh aku ini boss-nya.

Merakit Alat Menjadi Merakit Cewek – Lendir Nikmat.

Tapi “what the hell, what will be, will be”. Kembali aku berusaha konsentrasi untuk mengeluarkan semua isi “kontolku”. Rupa-rupanya “perkosaan” aku dengan ibu jari kanan aku memakai pelicin di kelentitnya mengundang kembali klimaks Diana. Sedangkan otakku masih berperang antara “Mas dan Pak”.

“Tahan mas., tahan.,aku mau keluar lagi”.. dalam hitungan menit muncullah “Maaasss.masss..masss.” dan remasan lembut kemaluan Diana yang berdenyut-denyut di “kontolku”. Diana klimaks untuk kedua kalinya, namun tak sehebat yang pertama, tangannya meremas keras tangan kiri aku, sedangkan tangan kanan aku masih aktif di kelentitnya.

“Rugi, kalau aku tak klimaks” pikir aku.

Segera gantian aku menutup mata, ku percepat pompaan aku di selangkangannya.

“Akkkkhhhhhhhhhhh..” aku mendengus panjang, aku keluarkan semua isi “kontolku” kememeknya, dan aku tanamkan sedalam-dalamnya “tongkat naga” aku.. aku klimaks. Aku tergeletak disamping Diana, dua manusia telanjang bulat dengan memek dan “kontol” yang berleleran air mani.

Diana memeluk aku, dijilat-jilat pelan telinga aku “Maaf ya mas, sejak tadi malam memang aku lagi kepengin” Diana berbisik.

Merakit Alat Menjadi Merakit CewekLendir Nikmat.

“Puas mas ?, aku puas sekali”. Aku mengangguk.

Agen PokerAgen Domino99Agen Capsa SusunAgen AduQAgen BandarQAgen Bandar PokerAgen Sakong

“Ayo kita pulang” aku mengingatkan, jam sudah menunjukkan jam 2 malam.

Segera kita berdiri dan merapikan baju, Diana kekamar mandi membersihkan sisa-sisa air mani yang berleleran di memeknya.

Judi PokerJudi Domino99Judi Capsa SusunAgen AduQJudi BandarQJudi Bandar PokerJudi Sakong
Aku sekarang sendirian di ruang elektronik, lampu sudah aku hidupkan kembali, sambil merokok dan menunggu Diana kembali ke ruang ini, aku termangu-mangu.

“Aduh, sekarang dia panggil aku Mas, padahal aku bossnya, belum lagi kalau dia hamil.

Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia
Keris99 – Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia 

Lendir Nikmat

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep | Bokep Online