Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak
Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Cerita Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak berawal dari saat itu aku sedang diminta menjaga rumah adik, karena keluarganya akan pergi hingga sore dan Tinah tinggal di rumah, karena kondisi perutnya yang kurang baik. Menjelang keberangkatan keluarga adik, aku sudah datang di sana.

“Mas..Tinah di rumah, perutnya agak kurang beres. Mis yang tak bawa“, adikku memberi tahu.

“Oo..ya“, jawabku.

Tak berapa lama mereka telah berangkat. Aku bergegas memasukkan sepeda motor ke dalam rumah. Tinah lalu mengunci pagar. Aku masuk rumah lalu cepat-cepat duduk di depan komputer, browsing, karena suami adikku memasang internet untuk mendukung pekerjaannya. Mengecek email, cari info ini itu… 10menit kemudian Tinah menyajikan segelas es teh untukku.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

“Makasih ya Tin“, ucapku.

“Iya Pak..silakan diminum“, kata Tinah.

Pembantu-pembantu adikku memang dibiasakan memanggil “Pak“ pada saudara-saudara majikannya, padahal terdengar sedikit asing di telinga.

Tinah lalu kembali ke dapur, aku lalu meminum es tehnya, “Hah..segernya“, cuaca sedikit panas walau agak mendung. Tinah kembali memasuki ruang keluarga, merapikan mainan-mainan anak adikku. Posisi meja komputer dan mainan yang bertebaran di lantai selisih dua kotak. Semula aku belum ngeh akan hal itu. Semula mataku menatap layar komputer di situs bokep. Saat Tinah mulai memasukkan kembali mainan-mainan ke keranjang, baru aku menyadarinya.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Sesekali aku meliriknya. “Sedikit putih ternyata anak ini. Bodynya biasa aja sih, langsing dan kayaknya masih padat. Wah..ini jadi mikir macem-macem..hihihi“, pikiranku berkata-kata.

Karena jarak kami yang lumayan dekat, maka ketika Tinah bersimpuh di lantai merapikan mainan di keranjang, otomatis kaosnya yang sedikit longgar memperlihatkan sebentuk keindahan yang terbungkus penutup warna biru. Tinah jelas tidak tahu kenakalan mataku yang sedang menatap sebagian keindahan tubuhnya.

“Andaikan aku uhh..ngayal nih“. Tak terasa kontolku mulai membesar, “Ke kamar mandi mbetulin posisi kontol nih..sambil kencing“.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Komputer kutinggal dengan layar bergambar Maria Ozawa sedang disetubuhi di kamar mandi. Aku lalu masuk kamar mandi, membuka jins dan cd lalu mengeluarkan kontol. Agak susah juga kencing dengan kontol yang sedikit tegang.

“Lah..pintu lupa tak tutup“, aku terkejut. “Terlanjur..gak ada orang lain kok“, aku mendinginkan diri.

Aku keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di depan komputer, melanjutkan ngubek-ubek bokep.

“Cari camilan di meja makan ah..jadi lapar“. Aku mencari apa yang bisa dimakan untuk menemani kesibukan nge-net.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

“Ada roti sama biskuit nih..asyik“. Roti kusemir mentega dan selai kacang dan diatasnya kulapis dengan selai blueberry.

“Hmm..enaknya. Nanti bikin lagi ah..masih banyak rotinya“. Rumah adikku tipe agak kecil, jadi jarak antar ruangan agak dekat.

Letak meja makan dengan kamar pembantu hanya 3meter-an. Kulihat dengan ujung mata, Tinah sedang di kamarnya entah beraktifitas apa. Selesai menyelesaikan semiran roti, aku kembali ke ruang keluarga yang melewati kamar pembantu dan kamar mandi mereka. 2detik aku dan Tinah bertatapan mata, tidak ada sesuatu, biasa saja. Kumakan roti sambil main bokep lagi.

Terdengar gemercik air di belakang. Mungkin Tinah sedang mencuci perabotan dapur atau sedang mandi.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

“Belum ambil air putih nih..“, tak ada maksud apa-apa dengan suara air tersebut. Hanya kebetulan aku belum minum air putih, walau telah ada es teh. Aku ke ruang makan lagi dan mengambil gelas lalu menuju dispenser. Mata dan pikiran hanya tertuju pada air yang mengucur dari dispenser.

Baru setelah melewati kamar mandi pembantu ada yang special di sana.

”Lah..pintunya kok sedikit buka. Tin lupa dan sedang apa di dalam..moga gak mandi. Bisa dilaporin ngintip aku”. Masih tak terlihat kegiatannya, setelah tangan yang sedang menggapai gayung dan kaki yang diguyurnya baru aku ngeh..Tinah sedang mandi.

”Duhh..kesempatan sangat-sangat langka ini.. tapi.. kalo dia teriak dan nanti lapor adikku. .bisa gawat bin masalah. Berlagak gak liat aja ahh”. Aku menutup pintu kaca ruang makan dan melewati kamar mandi Tinah. Tiba-tiba..

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

”Ahh..ada kecoak..Hush..hush..Aduhh..gimana nih”, terdengar keributan di sana.

”hehehe..ternyata dia takut kecoak toh”, aku tersenyum sambil pegang gelas saat melewati kamar mandi.

”Pak..Pak”, Tinah memanggilku. ”Walah..malah panggil aku. Gimana nih”. ”Tolong ambilkan semprotan serangga di gudang ya Pak.. cepet ya Pak..atau..”, tidak terdengar lanjutan kalimatnya.

Sejak Tinah bersuara, aku sudah berhenti dan diam di dekat pintu kamar mandi. ”Atau.. Bapak yang masuk pukul kecoaknya.. mumpung masih ada”, lanjutnya. Deg..

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

”Ini..antara khayalan yang jadi nyata dan ketakutan kalo dilaporkan”, aku berpikir.

”Cepet Pak..kecoaknya di dekat kloset. Bapak masuk aja..nggak papa.

Nggak saya laporin ke Bapak sama Ibu”, Tinah tahu keraguanku.

”Jangan ah.. nanti kalo ada yang tau atau kamu laporin bisa rame”, jawabku.

”Nggak Pak.. bener. Aduh.. cepet Pak.. dia mau pindah lagi”, Tinah kembali meyakinkanku dan meminta aku cepat masuk karena kelihatannya si kecoak mau lari lagi.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

”Ya udah kalo gitu. Bentar.. ambil sandal dulu”. Sambil tetap menimbang, take it or leave it. Aku menaruh gelas di meja makan lalu mengambil sandal untuk membunuh kecoak nakal itu.

Entah rejeki atau kesialan bagiku tentang kemunculannya.

”Aku masuk ya Tin”, masih ragu diriku.

”Masuk aja Pak”, Tinah tetap membujukku.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Kubuka pintu kamar mandi sedikit, lalu kuintip letak kecoaknya, belum terlihat. Pintu dibuka lebih lagi oleh Tinah.

Kepalanya sedikit terlihat dari balik pintu dan tangannya menunjuk letak kecoak, ”..tuh Pak mau lari lagi”. Aku melihatnya dan mulai masuk.

Tinah berdiri di balik pintu dengan menutupi sedikit bagian tubuhnya dengan handuk. Terlihat paha, pundak dan daging susunya. Serta rambut yang diikat di belakang kepalanya, walau hanya sedikit semua. Handuknya menutupi bagian paha ke atas, perut hingga bagian dada, warna biru, yang disangga tangan kirinya.

Semua hal itu dari ekor mataku, karena fokusku pada sang kecoak. ”Memang mulus dan cukup putih”, masih sempat aku memikirkannya. Bagaimana tidak, jarak kami hanya 2-3 langkah, tidak ada orang lain lagi di rumah.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

”Plak..plak”, kecoak pun mati dengan sukses. Aku guyur dengan air agar masuk ke lubang pembuangan. Tanpa memikirkan lebih lanjut, aku lalu melangkah ke luar kamar mandi.

”Terima kasih ya Pak.. sudah nolongin”.

”Oh.. iya.. ”, sambil kutatap dia dan Tinah tersenyum.

”Bapak nggak cuci tangan sekalian.. di sini saja”, tawar Tinah.

”Wah..ini. Makin bikin dag dig dug”.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

”Emm..iya deh”. Aku akan mencuci tangan dengan sabun, yang ternyata posisi tempat sabun ada di belakang tubuh Tinah.

Aku menengok ke belakang tubuhnya. Rupanya dia baru sadar, lalu mengambilkan sabun,

”Maaf Pak..ini sabunnya”. Tinah mengulurkan sabun dengan tersenyum. Sabun yang sedikit basah berpindah dan tangan kami mau tidak mau bersentuhan.

”Makasih ya”, ujarku.

Aku mencuci tangan dan mengembalikan sabun padanya.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

”Bapak nggak..sekalian mandi”, tanya Tinah.

”Waduh..tawaran apa lagi ini. Tambah gawat”. ”Iya..nanti di rumah”.

”Nggak di sini saja Pak?”.

”Kalo di sini yaa di kamar mandi depan”.

”Di kamar mandi ini saja Pak..”.

”Nggaklah..jangan. Di depan aja. Kalo di sini ya habis kamu mandi”.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

”Maksud saya..sekalian sekarang sama saya. Hitung-hitung Bapak sudah nolongin saya”. Matanya memohon. Deenngg, sebuah lonceng menggema di kepala.

”Ini ajakan yang membahayakan, juga menyenangkan”, pikirku.

”Bapak nggak usah mikir. Saya nggak akan bilang siapa-siapa. Ya Pak..di sini saja”, dia memahami kekhawatiranku.

”Emm..ya udah kalo kamu yang minta gitu”, jawabku.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Entah mengapa aku merasa canggung saat akan membuka kaosku. Padahal tidak ada orang lain dan juga sesekali ke pijat plus. Aku buka jam tanganku dulu, lalu aku keluar dari kamar mandi dan kuletakkan di meja makan. Posisi Tinah masih tetap di belakang pintu, dengan tangan kanan menahan pintu agar tetap agak terbuka.

Kembali ke kamar mandi, kubuka kaosku dan kusampirkan di cantolan yang menempel di tembok.

”Pintunya nggak ditutup aja Tin ?”, tanyaku.

Pertanyaanku sesungguhnya tidak memerlukan jawaban, hanya basa basi.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

“Nggak usah Pak..kan nggak ada siapa-siapa”, jawab Tinah.

Lalu kubuka jinsku, kusampirkan pula. Sesaat aku masih ragu melepas kain terakhir penutup tubuhku, cd-ku.

“Bapak nggak ngelepas celana dalem?”, tanyanya.

“Heh..ya iya”, kujawab dengan nyengir. kontolku sebisa mungkin kutahan tidak mengembang, tapi hanya bisa kutahan mengembang ¼-nya.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Sengaja kutatap matanya saat melepas cd-ku. Mata Tinah sedikit membesar. Kusampirkan juga cd-ku. Lalu dengan tenang Tinah menyampirkan handuk biru yang sedari tadi menutup sebagian tubuhnya.

“Duh..pantatnya masih ok. Pinggangnya tidak berlemak. Sabar ya nak..kita liat situasi dulu”, kataku pada sang kontol sambil kuelus.

Tinah lalu membalikkan badan. Cegluk, suara ludah yang kutelan.

“Uhh..susu yang masih bagus juga. Pentilnya nggak terlalu besar, areolanya juga, warnanya pas.. nggak item banget. Perutnya sedikit rata dan.. hmm.. rambut bawahnya hanya sedikit”.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Mau tidak mau, kontolku makin mengembang dan itu jelas dilihat Tinah. Kembali sebisa mungkin kutahan perkembangannya. Tinah lalu menggosok gigi dahulu. Karena aku tidak membawa sikat gigi, hanya berkumur dengan obat kumur.

“Bapak saya mandiin dulu ya”, kata Tinah.

“Terserah kamu”, jawabku sambil tersenyum. Tinah lalu mengambil segayung air, diguyurkan ke badan dari leher dan pundak.

Mengambil lagi segayung, diguyurkan ke perut dan punggung ditambah senyum manisnya. Ia lalu meraih sabun, digosokkan ke leher, pundak, dada dan tangan kananku.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Dibasahinya sabun dengan diguyur air lalu digosokkan ke tangan kiri, perut, kontol, bola-bolaku.

“Uhh.. gimana bisa nahan kontol nggak ngembang”.

Bagaimana tidak, saat menggosok kontol dan bola-bolaku sengaja digosok dan di urutnya. Ditatapnya senjata kebanggaanku, lalu menatapku dan tersenyum. Aku hanya bisa membalasnya dengan senyum juga. Diambilnya lagi segayung air, sabun dibasahi dan sisanya diguyurkan ke paha dan kaki lalu digosoknya.

Sabun kemudian diletakkan di pinggir bak mandi, kemudian mengambil segayung air dan diguyurkan ke badan depanku. Ambil segayung lagi dan diguyurkan lagi, tak lupa senjataku dibersihkan dari sisa-sisa sabun. Sedikit diremas oleh Tinah. Kutahan keinginanku untuk membalas perlakuannya, “biar Tinah yang pegang kendali”.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

“Balik badan Pak”, perintahnya. Air diguyurkan ke punggung dan bagian bawah badanku. Digosoknya punggung, pantat, lalu paha dan kaki sisi belakang. Bonusnya, kembali menggosok kontol dan bola-bolaku dan meremasnya.

“Duh..ni anak. Bikin senewen..sengaja membuat panas aku“.

Kembali air mengguyur tubuh belakangku, sebanyak 3x. Dibalikkan badanku lalu mengguyur senjataku, digosok-gosoknya hingga sedikit memerah. Jantungku makin berdebar.

“Sudah selesai Pak“, kata Tinah.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

“Makasih ya Tin“.

“Emm..kamu mau tak mandiin juga ?“, kepalang basah, kutawarkan permintaan seperti dia tadi.

“Nngg..nggak usah Pak..ngerepoti Bapak“.

“Ya nggaklah..jadi imbang kan“. Langsung kuambil segayung air lalu kuguyur ke tubuh depannya. Ia hanya menatapku. Kuambil lagi segayung. Lalu sabun yang tadi tergeletak di pinggir bak mandi kuambil dan aku basahi.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Kugosok leher, pundak, dan kedua tangannya. Kubasahi sabun lagi dan kugosokkan ke dada, kedua susu dan pentilnya, serta perut. Kutatap matanya saat kugosok kedua gunungnya yang kumainkan sedikit pentil-pentilnya. Tinah juga menatapku. Matanya mulai sedikit sayu. 1menit-an kumainkan pentil-pentilnya, lalu sedikit kuremas susu kirinya. Bibirnya sedikit membuat huruf o kecil dan “ohh..hhmm“.

Kubasahi lagi sabun, dan kugosokkan ke pinggang, paha dan kedua kakinya. memek luar hanya kusentuh sedikit dengan sabun, takut perih dan iritasi nanti. Itupun sudah cukup membuat matanya makin meredup. Air segayung lalu kuguyurkan ke tubuhnya 2-3x.

Kugosok dan kuremas sedikit keras dua gunungnya. Sedikit berguncang. Dua tangan Tinah memegang pinggir bak mandi, mulai erat. Kumainkan lagi pentil-pentilnya.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Aku merundukkan badan dan kukecup pucuk-pucuk bunganya bergantian. Tak perlu lagi ijin darinya. Tangan kiriku mengusap-usap lembut luar memeknya.

“Ouuh Paakk..“, Tinah mulai mendesah.

Kukecup bibirnya lembut, “nanti dilanjut lagi“. Matanya seakan bernada protes, tapi Tinah diam saja.

Kubalikkan tubuhnya, lalu kuguyur punggungnya sekarang. Sabun kugosokkan ke punggung, pinggang, pantat. Sabun kubasahi lagi lalu kugosokkan ke paha dan kaki bagian belakang. Aku menyusuri tubuh depannya lagi dari pinggang belakangnya. Tinah sedikit menggeliat geli. Kutangkupkan dua tanganku di dua susunya.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Aku senang bermain-main di susu yang bagus atau masih ok. Seluruh belakang lehernya aku cium dan kecup, begitu juga dua kupingnya dan kubisikkan ”kamu diam saja ya..cup”.

”Geli Paakk..”, Tinah mendesah lagi.

Dua pucuk bunganya makin mengencang dan keras. Aku menyentil-nyentil, kuputar-putar seperti mencari gelombang radio. Dua tangan Tinah mencengkeram paha depanku.

”Aahh..hmmppff”, erangnya. Tangan kananku mengambil segayung air, kuguyur ke tubuh depannya. Kali ini kuusap-usap memek luarnya dengan tangan kanan, sedang yang kiri tetap di susu kanan Tinah.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Pahaku makin dicengkeramnya. Kepalanya menggeleng ke kiri dan kanan seiring kecupan dan ciumanku di belakang leher dan daun-daun telinganya. Sesekali aku menyentuh bibir dalamnya. Terasa telah menghangat dan sedikit basah.

”Ppaakkk..oohhh”. Tubuhnya mulai menggeliat-geliat. Jari tengah kanan kumasukkan sedikit dan kusentuhkan pada dinding atas memeknya, sedang jempol kananku kutekan-tekankan di lubang kencingnya.

”Aauugghhh Ppaakkk..eemmmppfff”. Kuku-kuku jemari Tinah terasa menggores dua paha depanku.

”Kenapa Tinah..hmm..kamu sendiri yang memulai kan”, bisikku.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Tangan kiriku meraih kepalanya dan kupalingkan ke kanan, dan kutahan lalu kucium dengan nada 2 kecup 1 masukkan lidah.

Tinah terkejut, matanya sedikit membesar tapi kemudian ia menikmatinya. Ganti tangan kananku melakukan hal yang sama. Tinah hanya bisa mengeluarkan suara yang tertahan ”nngg..emmppfftt..nnngggg”, begitu berulang.

memek dalamnya makin hangat dan basah. Secara tiba-tiba kuhentikan lalu kubalikkan badannya menghadapku. Kemudian aku sandarkan tubuhnya di bak mandi. Aku kemudian berjongkok dan mulai mengecupi memeknya.

”Jjanggann Ppakk..jorok..”, dengan dua tangannya menahan laju kepalaku. Kutatap matanya dan ”sssttt..”, jari telunjuk kanan kuletakkan di bibirnya. Dua tangannya kusandingkan di samping kiri dan kanan tubuhnya.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Kukecup kecil, sekali dua kali. Kemudian lidahku mulai menjulur di pintu kenikmatan kami. Mataku kuarahkan menatapnya. Tinah agak malu rupanya, tetapi ada sedikit senyum di sana. Lidahku makin intens menyerang memek luar dan dalamnya.

”Ssuuddaahh Pppaakk..aaaddduuuhh..oohhhh”, disertai geliat tubuh yang makin menjadi. Karena tak tahan dengan seranganku, dua tangannya meremas dan sedikit menarik rambut dan kepalalu.

Cairan lavanya makin keluar. Dua tanganku mendekap erat buah pantatnya. Jari tengah kiriku sesekali kumasukkan ke memek dari belakang lalu kesentuhkan dan kutekan sedikit ke anusnya.

”Aammppuuunnn Pppaakkk..oouuuggghh..eeemmmpppfffs suudddaahhh..ooohhhh”, matanya agak membeliak ke atas dan kepala serta rambutku diremasnya kuat.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Lava kepuasan dirinya mengalir deras, rasanya gurih sedikit manis. Kudekap erat Tinah dengan kepalaku di memeknya dan pantatnya kuremas-remas. Kepalaku tetap diusap-usap oleh Tinah.

Ia menarik kepalaku dan menciumnya ganas. Lambat laun Tinah dapat belajar dariku. Tangan kanannya meremas dan menarik-narik kontolku.

”Panjang ya Pak”, tanya Tinah.

”Biasa kok Tin..pingin ya..”, godaku.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

”Aahh Bapak..”, jawabnya dengan memainkan bola-bolaku. Tinah merundukkan tubuhnya lalu tangan kirinya memegang kontol dan menciumnya. Mungkin ia belum pernah meng-oral suaminya dulu sebab kontolku hanya dicium-cium dan diremas-remas.

”Kamu mau ngemut kontolku Tin.. kayak ngemut permen lolly? Tapi kalo belum pernah ya nggak usah..nggak pa-pa”. Tinah menatapku dan kubelai rambutnya.

Dengan wajah ragu didekatkannya kontolku di bibirnya. Tinah mulai membuka mulut, sedikit demi sedikit kontolku memasuki mulutnya. Tinah menatapku lagi, meminta penjelasan langkah selanjutnya.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

”Sekarang..kamu maju mundurkan dengan dipegang tanganmu. Yaa..gitu..oohh..hhmm”.

Rupanya muridku cepat mengerti penjelasan gurunya. Rambut dan kepalanya kubelai dan kuremas-remas.

”Lalu..lidahmu kamu puter-puter di kepala kontol atau di lubang kencing yang bergaris panjang ituuu.. yyyahhhh.. sssuuudddaahh pppiiinnnttteeerrr kkkaaammuu Tttiinnnn”.

Kuangkat kepalanya dari kontolku dan kami berciuman dengan panas. Saling meremas susu, pantat dan kelamin masing-masing. Lalu kubalikkan lagi tubuhnya menghadap bak mandi. Dua tangannya kuletakkan di pinggir bak mandi. Kembali aku bermain-main di gunung Tinah. kontolku yang telah panas dan mengacung sekali kudekatkan ke memeknya. Kukecup-kecup pundak dan leher belakangnya.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Ikat rambutnya aku lepas sehingga dirinya terlihat makin seksi kala menggeliat-geliat dan rambutnya tergerai ke sana kemari. Aku geser-geserkan kontol di pintu surgawinya, sengaja aku mempermainkan rangsangan pada Tinah.

”Oohh.. Ppaakk.. mmaassuukkkiinn.. Pppaakkk”, pintanya. ”Kamu mau kontolku kumasukkin.. hmm.. ”.

”Iyyyaa.. Pppaakkk.. aaayyyoo Pppaakk..”, rintihnya makin kencang. Kumasukkan kontol pelan-pelan.

”Eemmppff..”, erangnya.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Lalu kuhentakkan pelan hingga kontolku terasa menyentuh dinding belakang. ”Ooouuggghh.. Pppaakkkk.. mentok Pppaakk”.

Aku menggerakkan tubuh pelan-pelan, kunikmati jepitan dinding-dindingnya yang masih kuat. Dua tanganku tak henti bermain di dadanya. Kumainkan irama di memeknya dengan hitungan 1-2 pelan 3 kuhentakkan dalam-dalam. Lalu tangan kananku meraih kepalanya seperti tadi dan kucium panas bibirnya. Dinding memek Tinah makin hangat dan banjir sepertinya. Dua tangannya mencengkeram erat pinggir bak mandi.

Sekarang tanpa hitungan, kumasuk keluarkan kontol cepat dan kuat.

”Oohh.. oohh… hhmmppffftt.. ”, erang Tinah berulang.

Sedang aku sedikit menggeram dan ”oouugghhh.. hhmmppff.. memekmu enaknya Tttiinn..”.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

”Kkoonnnttolllll Bbbaapppakk jjjuugggaaa”. Jarak pinggangku dan pantat Tinah makin rapat. Tangan kanan kuusap-usapkan di memeknya. Dalam kamar mandi hanya ada suara tetes air satu-satu serta desah, bunyi beradunya paha dan pantat dan erangan kami.

”Pppaaakkk..sssaaayyyaa mmaaauu..ooohhh..”.

”Tttuunnggguu Tttiiinnn.. aaakkkuuu jjjuuggggaa.. Di dalam apa di llluuaarrr”, tanyaku.

”Dddaa lllammm aajjjaaa Pppaakkkk.. oobbaattnyaa mmassihh aaddaa..”, jawab Tinah. Mendengar itu serangan makin kufokuskan.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

Segala yang ada di tubuhnya aku remas. Dua tangan Tinah tak tahan di pinggir bak mandi dan mencengkeram paha serta pantatku. Bibirku dicarinya lalu ”hhhmmmpppfffttt..”. Pantatku diremas kuat-kuat.

Bibirnya dilepas dariku dan ”ooouuggghhh..”, desah Tinah panjang.

Lava yang hangat terasa mengaliri kontolku yang masih bekerja. Kepalanya tertunduk menghadap air di bak mandi. Kudekap erat tubuh depannya. Kukecup dan kugigit leher belakangnya.

Lalu tangan kiriku meraih kepalanya dan kucium dalam-dalam. Dengan satu hentakan dalam kumuntahkan magma berkali-kali.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

”Ooouugghhh Tttiinnaahhh.. hhhmmm..”. kepalaku tertunduk di pundaknya dengan tangan kiri di susu sedang yang kanan di memeknya.

Lama kami berposisi seperti itu. ”Makasih ya Tin.. kamu baik sekali. Enak banget tubuhmu”, kataku dengan membalikkan badannya dan kucium mesra bibirnya. Kontol kumasukkan lagi, masih ingin berlama-lama di hangatnya memek Tinah.

”Saya yang terima kasih Pak. Sudah lama saya pingin tapi sama orang nggak kenal kan nggak mungkin Pak. kontol Bapak pas di memek saya”, Tinah menjawab dan mencium bibirku pula.

”Memekmu masih kuat nyengkeramnya.. dan panas”. Kubelai-belai kepalanya,

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari Kecoak – Lendir Nikmat.

”kok bisa kamu pingin ngajak main sama aku ? Malah aku yang takut kamu laporin”.

Sambil mengusap-usap punggungku, ”Tadi waktu saya bersihin mainan adik, saya liat gambar di komputer.

Terus waktu Bapak kencing tadi kan lupa nutup pintu..keliatan kontol Bapak yang agak gede pas keluar dari celana”.

”Oo gitu.. nakal ya kamu. Bener kamu masih nyimpen obatnya ?”, sambil kucubit pipinya.

Bercinta Di Kamar Mandi Dengan Tina Berawal Dari KecoakLendir Nikmat.

”Masih kok Pak..sisa yang dulu”, jawab Tinah. Makin lama terasa kontolku yang mengecil. Kucium dalam-dalam lagi bibirnya,

Agen PokerAgen Domino99Agen Capsa SusunAgen AduQAgen BandarQAgen Bandar PokerAgen Sakong

”sekarang..mandi yang beneran”.

Judi PokerJudi Domino99Judi Capsa SusunAgen AduQJudi BandarQJudi Bandar PokerJudi Sakong
”Heeh..iya Pak”, Tinah menjawab sambil tersenyum manis. Ia lalu memelukku erat. Aku membalasnya dengan memeluk erat dan mengusap-usap punggung serta kepalanya.

Keris99 - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia
Keris99 – Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia 

Lendir Nikmat

Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita Mesum | Cerita Bokep | Bokep Online